Header Ads

HUT Ke- 342, Perlukah Re-Branding Brebes?


Bicara brand maka kita harus tahu terlebih dahulu apa itu brand dan apa itu branding. Ini penting karena dilapangan masih banyak deksripsi yang tumpang tindih. Mengutip penjelasan ilmiah dari Bapak Marketing Dunia asal Amerika Serikat, Philip Kotler, brand adalah nama, logo, simbol, gambar termasuk personality seseorang itulah brand.

Sedangkan branding adalah proses untuk memperkuat brand itu sendiri. Disinilah orang sering salah tafsir sehingga menyamakan brand dengan branding. Padahal brand itu merek sedangkan branding adalah proses memperkuat merek itu sendiri.

Yang namanya proses maka sudah pasti membutuhkan waktu dan langkah - langkah yang tersistematis. Waktunya berapa lama? saya pastikan tidak bisa dipastikan, tetapi hanya bisa diprediksikan karena tergantung activity branding yang dilakukan.

Lalu apa saja aktivitas branding sebuah produk? Disinilah kita harus mengerti teori apa yang disebut dengan Marketing Communication Advertising atau sering disebut dengan MarComm. Tools MarComm yaitu public relation, event, advertising dan media planning.

Lalu bagaimana aplikasinya dalam konteks pemerintah daerah atau sebuah kota? Ini yang akan saya jelaskan dalam uraian tulisan kali ini. Pada 18 Januari 2020 nanti Pemerintah Daerah (Pemkab) Brebes akan merayakan HUT Brebes ke - 342, usianya yang relatif cukup sepuh.

Selama ini saya belum mendengar secara pasti apakah brand Kabupaten Brebes telah diubah seperti daerah lain atau masih bertahan dengan brand lama. Nah, brand sebuah produk termasuk kota akan dipresentasikan dalam sebuah tagline.

Misalkan saja, Banyuwangi dengan tagline Sunrise of Java, Jogjakarta Istimewa dan lain sebagainya. Seingat saya tagline Brebes masih seperti yang dulu yaitu Brebes Berhias (Bersih, Hijau dan Sehat), ini baru perkiraaan saya.

Namun sekira dua tahun lalu ada tagline baru yang sering diucapkan warga di Brebes yaitu "Sejen Karo Liyane", entah apakah ini menjadi tagline resmi atau hanya iseng - iseng warga di Brebes. Tapi dalam sebuah video, Bupati Brebes Idza Priyanti pun pernah mengatakan tagline ini.

Sementara dalam konteks persepsi publik, terutama orang luar Brebes sudah kadung dikenal dengan Kota Bawang Merah. Bahkan ini diperkuat dengan keberadaan sebuah simbol di alun - alun berbentuk bawang merah. Pelekatan Kota Bawang Merah sebenarnya lebih kepada culutre masyarakat dimana mayoritas warga di Brebes adalah petani bawang merah.

Namun apakah ini mempresentasikan potret umum keseluruhan Kabupaten Brebes atau tidak! Sebab jika melihat potensi yang ada di daerah selatan seperti Bumiayu justru lebih kuat tentang wisatanya bukan pertaniannya.

Dari cerita ini saya sementara bisa menyimpulkan bahwa Kabupaten Brebes belum memiliki brand yang kuat dan itu bisa mempresenstasikan secara umum tentang Kabupaten Brebes atau mungkin lebih tepatnya belum ada Re-Branding Brebes yang direpresentasikan melalui tagline kota.

Brebes Berhias, Brebes Sejen Karo Liyane atau Brebes Kota Bawang Merah, sejauh ini masih sumir. Padahal idealnya sebuah kota memiliki brand yang kokoh dan kuat karena dari sinilah kepala daerah memiliki guide dalam proses pembangunan.

Simulasinya begini, andaikan Brebes memiliki brand dengan tagline Sejen Karo Liyane maka pemerintah daerah dalam hal ini kepala daerah harus melakukan aktivasi brand tersebut melalui komunikasi pemasaran sebagai proses untuk memperkuat brand tersebut.

Saya meyakini sebuah daerah akan sulit memajukan daerah jika tidak memiliki brand yang kuat. Sebab tanpa brand maka pembangunan sebuah daerah akan ngacak, semrawut dan tidak terarah.Coba Anda lihat Banyuwangi di Jawa Timur, daerah ini menjadi pusat perhatian setelah memiliki brand.

Sama seperti Jogjakarta, Solo dan Kota Bandung termasuk Jakarta. Sama seperti sebuah produk, tanpa brand maka produk tersebut sulit mengalami kemajuan. Air mineral mereka Aqua misalna, produk ini kuat karena memiliki brand sebagai air kemasan yang higienis.

Kenapa brand itu menjadi penting? Karena itu adalah identitas sebuah kota makanya sekarang berkembang teori city branding. Saya tidak tahu apakah Bupati Brebes yang sekarang memikirkan hal ini atau tidak?

Harapan saya sebagai putera daerah yang lahir disebuah perkampungan jauh dari kota dan sekarang merantau tentu banyak berharap tanah kelahiran memiliki cerita yang menarik, menginspirasi dan ngangeni bukan sebaliknya kisah - kisah pilu yang membuat prihatin.

Salam, Putera Daerah Brebes yang merantau di Banten
Karnoto, Founder MahartiBrand
Visit Ust : wwww.mahartibrand.com
WhatsApp : 0859 210 290 49
Diberdayakan oleh Blogger.