Header Ads

Selangkah Lagi, Brebes Selatan Resmi Terbentuk


BREBESKITA.COM, PEMERINTAHAN - Keinginan masyarakat Bumiayu, Kabupaten Brebes untuk memekarkan diri menjadi Kabupaten Brebes Selatan tinggal menunggu restu dari Pemprov Jawa Tengah dan pemerintah pusat.

Sebab moratorium pemekaran wilayah sampai sekarang masih berlaku, bahkan dikabarkan akan tetap diberlakukan hingga Presiden Jokowi berakhir. Meski demikian, masyarakat Bumiayu yang terdiri dari Kecamatan Bumiayu, Salem, Bantar Kawung, Paguyangan, Tonjong dan Sirampog tak surut dengan perjuangan mereka agar "merdeka".

Upaya untuk pemekaran memang sudah dilakukan sejak lama, mulai dari pemenuhan persyaratan administratif, sebagaimana diatur di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pembentukan, Penghapusan, dan Penggabungan Daerah.

Syarat administratif yang termaktub di dalam PP 78/2007 Pasal 5 Ayat (2) meliputi: keputusan DPRD kabupaten/kota induk tentang persetujuan pembentukan calon kabupaten/kota; keputusan bupati/wali kota induk tentang persetujuan pembentukan calon kabupaten/kota.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Brebes telah menyepakati pemekaran Brebes Selatan pada pada tanggal 26 Maret 2018 lalu. Dan pada tanggal 5 November lalu, Bupati Brebes Idza Priyanti juga menyetujui pembentukan calon kabupaten bernama "Kabupaten Brebes Selatan".

Kini, upaya untuk melakukan pemekaran tinggal selangkah lagi yaitu menunggu restu dari Pemprov Jawa Tengah dan pemerintah pusat. Sekretaris Umum Presidium Pemekaran Kabupaten Brebes Moh. Sobir mengatakan bahwa warga tinggal menanti keputusan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Sesuai dengan PP yang ada, resminya pemekaran harus ada keputusan DPRD Provinsi Jawa Tengah, keputusan Gubernur Jateng, dan rekomendasi Menteri Dalam Negeri mengenai pembentukan Kabupaten Brebes Selatan yang akan beribu kota di Kecamatan Bumiayu. (DBS/KNT)
Diberdayakan oleh Blogger.