Header Ads

Ketika Temanku Bertanya Tentang Islam


Suatu ketika temanku yang beragama non Islam mengajak saya ke perpustakaan. Tadinya saya mengira hanya ingin mengajak rekreasi ilmu di taman buku itu sebagai bahan debat kami. Tapi ternyata ia mau mengajak diskusi tentang Islam.

Waduh, saya rada - rada khawatir kalau ada pertanyaan tentang dalil sedangkan saya sadar ga hapal semua dalil atau dasar yang kaitannya dengan syariah. Maklum, sejak kecil saya sekolah nasionalis.

Sejak SD sampai kuliah saya sekolah dengan ideologi nasionalis. Lagu - lagu yang sering saya dengar ya lagu - lagu kemerdekaan makanya kalau ada yang sok nasionalis hanya karena baju atau hapal pancasila saya rada-rada gemes. Belajar mengaji hanya di guru kampung, itu pun sepekan sekali. Tapi ya sudahlah, kalau menolak bisa menurunkan derajat saya sebagai seorang muslim.

Masa, ngaku Muslim giliran diajak diskusi tentang Islam ga berani. Akhirnya bismillah dan mulailah dia duduk di depan saya sembari pegang buku.

Rambutnya dia biarkan terurai, terkadang beberapa helai rambutnya terbang akibat tersapu angin karena kami berada di lantai 5. Dia perempuan kritis, punya nyali dan tidak peduli dengan omongan orang. Karena posisi kami berhadapan dan ngobrol serius, sekitar kami mengira kami sedang ngobrolin soal hubungan "merah jambu" padahal yang diobrolin jambu merah. Ha ha ha ha ha

"Mas Karnoto kan Agamnya Islam,? Tanya dia kepada saya yang sebenarnya ia hanya ingin menegaskan saja. Saya jawab iya. "Mas, apa yang membedakan Islam dengan Agama lain atau Agama saya deh," tanya dia lagi.

Wealah, ini pertanyaan sederhana sebenarnya tapi kalau kita salah jawab atau tidak ada jawabanya yang emosional kepadanya pasti dianggap sama saja.

Akhirnya saya pun jawab. "Apakah Agama yang kamu yakini saat ini membicarakan bagaimana seharusnya orang bersin? bicara buang hajat, bicara bagaimana tidur, bicara bagaimana ketika kena sakit atau bicara soal kuah sayuran yang harus dibagikan ke tetangga?,membicarakan bagaimana seharusnya kita makan? termasuk apakah membicarakan mencukur rambut?" jawab saya dengan bentuk pertanyaan juga.

Sengaja saya tidak jawab soal dalil, disamping saya ga menguasai, juga untuk menghindari jawaban yang terlalu ekstrim. Saya hanya ingin memberikan massage kepada temanku bahwa Islam agama sempurna, detail sampai urusan bersin dan kuah sayur pun Islam membicarakan.

Temanku pun menjawab dengan cepat pertanyaan saya. "Ga ada Mas, Memang Islam membicarakan semua itu?" tanya dia. Saya pun menjawab bahwa Islam membicarakan semua tentang manusia dengan tetek bengeknya, mulai dari kandungan,saat lahir, bayi, anak - anak, remaja, dewasa, menikah sampai meninggal bahkan urusan bagaimana kita berbagi kuah sayuran ke tetangga pun dibicarakan oleh Islam, saking sempurnanya Islam.

Urusan private saja Islam membicarakan, apalagi urusan yang menyangkut hajat hidup orang banyak, seperti ekonomi, politik, budaya, pemerintahan, militer dan pemberdayaan, jelas pasti membicarakan semua itu.

"Mmmm...oh gitu Mas" jawab dia. Saya pun bertanya lagi, "Apakah Agama kamu membicarakan bagaimana tata cara bagi warisan? atau apakah Agamamu mengajarkan akuntansi?,"

Karena memang dia anak cerdas, logic dan rasa ingin tahunya tinggi maka saya sarankan untuk membaca beberapa buku dan membuka Al Qur'an dan terjemahannya. Dia menyetujui saranku, tapi setelah sekian lama kami lost contact karena saya ganti nomor handphone, dia juga ganti nomor handphone. Semoga Dapat Hidayah.

Terakhir saya cuma bilang kepada teman saya, kalau ada kesempatan buka Qur'an dan cari surat terpanjang serta ayat terpanjang, disana akan ditemukan ayat yang membicarakan soal Akuntansi.

Karnoto
*Orang Biasa Saja

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.